Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspadai Tuberkulosis Pada Anak

Waspadai Tuberkulosis Pada Anak


Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Namun penyakit TB pada anak belum dianggap masalah kesehatan penting meski prosentasenya cukup tinggi. Di Indonesia jumlahnya mencapai 8,2 persen dari seluruh kasus TB sepanjang 2012.

Kesulitan mendiagnosis TB pada anak merupakan salah satu alasan yang paling umum mengapa masalah ini sering tidak diperhatikan. TB masih dianggap penyakit yang harus didiagnosa dengan melihat bakteri pada dahak. Padahal pada anak, bakteri pada dahak seringkali tidak banyak sehingga hasil laboratorium memberikan hasil false negatif.

Meskipun tidak menular, lanjut Wahyuni, TB pada anak sangat berbahaya. Pasalnya TB anak menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang besar. Bahkan, anak bisa menjadi sumber penularan saat mereka dewasa karena bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TB bisa nonaktif selama bertahun-tahun.

Infeksi kuman TB tidak harus langsung menjadikan penyakit TB. Kuman TB akan mengendap di tubuh anak bila ketahanan tubuh anak baik. Namun jika tidak ada penanganan, kuman ini tetap ada hingga ia dewasa. Suatu saat bila ketahanan tubuhnya melemah, ia akan menderita TB dan menularkan ke orang lain.

Untuk meningkatkan kepedulian pada TB anak, diperlukan peningkatan kecurigaan apabila terdapat kontak erat dengan pasien TB dewasa dan didapatkan gejala sesuai TB. Terlebih, jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda tertentu, seperti demam lebih dari dua minggu, batuk lama lebih dari tiga minggu, lesu, napsu makan turun, terjadi kontak erat dengan pasien TB paru dewasa, dan teraba benjolan di leher.

Memperbaiki perhatian terhadap TB anak dapat memperbaiki keberhasilan pelayanan kesehatan TB secara keseluruhan. Karena angka kejadian TB anak menggambarkan keberhasilan pelayanan kesehatan TB. Pada anak pencegahan paling efektif adalah melalui vaksinasi BCG.

Kasus baru tuberkulosis di Indonesia mencapai 300.000 orang setiap tahun. Namun, jumlah riilnya diperkirakan jauh lebih besar karena banyak pengobatan tuberkulosis yang dilakukan di layanan kesehatan swasta tidak dilaporkan ke pemerintah.

Posting Komentar untuk "Waspadai Tuberkulosis Pada Anak"